Pengalaman Mengikuti Seleksi Great People Trainee Program (GPTP) VII Telkom Indonesia 2018

Share Button

Sudah lama ya saya tidak menulis di blog ini, terakhir kali tulisan di blog ini saat saya masih kuliah, dan Alhamdulillah sekarang sudah lulus dan bekerja. Oh iya tulisan ini bertujuan untuk sharing pengalaman saya mengikuti seleksi Great People Trainee Program (GPTP) Batch VII tahun 2018, dan saat saya menulis ini, saya sedang menjalani On the Job Training (OJT) II di Telkom Regional III, Bandung. Perlu diketahui, saya masuk GPTP Telkom melalui jalur Campus Hiring Undip.

SABTU, 10 FEBRUARI 2018 (APPLY DI WEBSITE UCC)

Rangkaian kisah saya ini diawali pada tanggal 10 Februari 2018 saya mengapply salah satu lowongan di situs campus career center kampus saya, yaitu Undip Career Center (UCC). Judulnya disana adalah “Calon Karyawan Telkom – Talent Scouting”, link nya sampai saat ini masih bisa diakses di sini. Saat itu jujur saja saya sudah empat bulan bekerja di salah satu anak perusahaan dari Astra Group dan sudah diangkat menjadi pegawai tetap :’), namun saat melihat ada lowongan tersebut di situs UCC, saya langsung saja klik “Apply”, ya tak pikir iseng-iseng berhadiah lah, kalau lolos Alhamdulillah, kalau tidak ya tidak apa, wong saya sudah kerja, pikir saya saat itu.

SELASA, 27 FEBRUARI 2018 (APPLY DI WEBSITE REKRUTMEN TELKOM)

Tak disangka, ternyata saya lolos seleksi berkas, ditandai pada tanggal 27 Februari ada e-mail invitation dari Telkom untuk membuat akun di situs resmi rekrutmen Telkom (https://rekrutmen.telkom.co.id). Saya buat akun disana, mengisi CV dan apply lagi untuk seleksi Campus Hiring GPTP VII. Perlu diketahui pula, tidak semua yang apply di UCC itu mendapat e-mail invitation dari Telkom.

SABTU 3 MARET 2018 (INVITATION ASSESSMENT DAYS)

Pukul 00:00 saya baru saja tiba di rumah sepulang dari kantor, karena motor saya mengalami kerusakan dan harus berjalan pelan sehingga pulang terlambat. Saat rebahan di kamar, tiba-tiba ada e-mail masuk, heading e-mail tersebut berbunyi:

Para Peserta Seleksi Calon Karyawan PT Telkom,

Kami menyampaikan SELAMAT, Saudara dinyatakan berhak mengikuti Seleksi (Assessment Days), Rekrutmen GPTP Batch VII PT TELKOM – Sumber Campus Recruitment Tahun 2018.”

Seketika saya kaget, loh apa benar ini? Saya yang iseng apply, lolos sampai Assessment Days yang berisi Psikotest dan Focus Grup Discussion, disambung esok harinya yaitu Medical Checkup. Satu hal yang membuat saya bimbang sehingga saya tidak bisa tidur malam itu, adalah jadwal testnya yang mepet, yaitu esok lusanya, Senin dan Selasa (5-6 Maret) di SEMARANG. Posisi saya saat itu di rumah di TANGERANG SELATAN, ditambah saya sedang ada kerjaan dari kantor yang saya rencakanan akan diselesaikan hari Senin itu.

Setelah berunding dengan orang tua dan keluarga, maka diputuskan saya tetap berangkat ke Semarang hari Senin lusa. Saya izin tidak masuk kantor dua hari ke supervisor saya saat itu dan bersedia untuk masuk di hari Sabtu itu juga untuk menyelesaikan pekerjaan yang rencananya akan saya kerjakan di hari Senin. Hari Sabtu itu juga saya langsung mencari tiket pesawat ke Semarang dan hotel di sekitar tempat tes, lokasi tesnya di Telkom Learning Event Area IV, Candisari.

SENIN, 5 MARET 2018 (PSIKOTES & FOCUS GROUP DISCUSSION)

Senin pagi yang cerah, saya datang ke tempat test dengan memakai setelah hitam putih khas job seeker. Saat disana saya juga bertemu dengan teman-teman seangkatan dari Sistem Komputer Undip.

Satu hal yang membuat saya agak down adalah ketika absen dan cek berkas, saya melihat skor TOEFL teman-teman lain di atas 500 semua, mungkin hanya saya yang di bawah 500, skor TOEFL saya hanya 463 dan itupun skor tahun 2016, jadi sudah hampir dua tahun berlakunya. Tapi ya sudahlah dalam pikiran saya, namanya juga ‘iseng-iseng berhadiah’.

Saat absen itu juga, pengawas bilang nanti ada tes online bahasa inggris dan tes akhir interview panel lagi minggu depannya, tapi belum tahu tanggal pastinya, duh saya yang udah kerja bingung nanti kalau izinnya gimana lagi ke atasan saya.

Psikotes dimulai pukul 07:25, agak ngaret dari jadwal pukul 07:00. Psikotes nya pun standar seperti rekrutmen perusahaan-perusahaan lain pada umumnya, ada tes koran, wartegg, dan draw a tree. Saat itu saya berhasil menyelesaikan dua halaman hitungan kertas koran, sehingga saya harus ‘nambah’ kertas lagi kepada pengawas. Saya harus maksimal disini pikir saya, karena skor TOEFL saya paling rendah daripada yang lain.

Setelah selesai psikotes, lalu dilanjutkan dengan tes bidang, kebetulan karena jurusan saya adalah Sistem Komputer, saya masuk ke bidang INF (Informatika). Berisi 10 soal yang bagi saya Alhamdulillah familiar, saya bisa menjawab dengan baik bahkan saya harus ‘nambah’ lembar jawaban. Seperti sebelumnya, saya berpikir harus maksimal di Assessment Days ini mengingat skor TOEFL saya tadi 😀 .

Selesai tes bidang, dilanjutkan tes Telkom Culture, nah untuk yang ini tes paling gampang, ada 30 soal tinggal jawab 1-5 sesuai kesesuaian pernyataan dan jawabnya menggunakan handphone masing-masing, karena peserta diarahkan ke sebuah website untuk menjawab pertanyaan. Setelah tes Telkom Culture, dilanjutkan Focus Grup Discussion, ini adalah pengalaman FGD pertama saya. Saat itu kebetulan saya mendapat kloter pertama yaitu jam 11.00-12.00, jadi tidak usah menunggu terlalu lama. FGD per group terdiri dari tujuh orang peserta, dan diawasi oleh dua orang psikolog yang hanya berbicara sebelum dan setelah FGD. Selesai FGD dan diberikan makan siang berupa nasi kotak, peserta dipersilahkan untuk pulang dan bersiap untuk esok harinya melaksanakan Medical Checkup.

SELASA, 6 MARET 2018 (MEDICAL CHECKUP)

Medical Checkup dilaksanakan di E-Labs, Semarang yang merupakan milik Yayasan Kesehatan (YAKES) Telkom. Medical Checkup pun standar dari mulai cek gula darah, urin, detak jantung, mata, audiometri, tinggi-berat badan. Namun yang sedikit ‘annoying’ bagi saya adalah saat tes di bagian dokter umum, disana harus membuka seluruh celana saya agar dokter bisa melihat apakah terdapat ambeien atau tidak. Namun dokter bilang prosedur seperti ini harus dilakukan, karena memang merupakan permintaan dari Telkom sendiri, oke lah pikir saya. Selesai medical checkup saya kembali ke hotel dan langsung bergegas ke Bandara Ahmad Yani, karena esok hari saya harus sudah bekerja kembali di Jakarta.

RABU, 7 MARET 2018 (E-MAIL TES ONLINE BAHASA INGGRIS)

Pada tanggal 7 Maret, mendapatkan e-mail yang berisi reminder untuk tes online bahasa inggris yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Maret 2018.

SABTU, 10 MARET 2018 (TES ONLINE BAHASA INGGRIS)

Tes online bahasa inggris terbagi dua sesi, pertama Data Validation pukul 09.00. Data Validation bertujuan untuk mengetes koneksi yang akan kita gunakan dalam tes online sesungguhnya, perangkat dan koneksi yang digunakan saat Data Validation dan tes sesungguhnya harus sama. Kemudian yang kedua adalah tes online sesungguhnya pukul 14.00. Soalnya pun? Hmmm.. saya sampai berpikir wah ini mah gak bakalan lolos. Standar soal bahasa inggrisnya menurut saya sudah di atas TOEFL.

Di hari ini pun saya mendapat e-mail pemberitahuan mengenai tes interview panel. Saya dijadwalkan di hari Kamis, 15 Maret 2018 bertempat di lokasi yang sama seperti psikotes sebelumnya. Duh bakal izin lagi ini mah :’). Kemudian saya mencari tiket pesawat keberangkatan termalam ke Semarang pada hari Rabu, 14 Maret 2018 nya, saya berencana dari kantor langsung ke bandara.

KAMIS, 15 MARET 2018 (TES INTERVIEW PANEL)

Tiba pukul 06.30 di tempat tes dari tempat saya menginap, saat itu bukan di hotel lagi, tapi di kos sahabat saya, Gilang (dahulu itu juga kos saya semasa kuliah 😀 ). Di tempat tes disodorkan surat pernyataan yang harus ditandatangani di atas materai, surat tersebut berisi perjanjian ikatan dinas jika nanti lolos seleksi dan denda yang akan dikenakan jika mengundurkan diri sebelum ikatan dinas berakhir.

Interview dilakukan masing-masing kloter satu orang, tiap orang rata-rata satu jam, dan ternyata saya mendapat urutan terakhir hari itu 🙁 . Kemudian saya minta dimajukan, dikarenakan khawatir kesorean, karena sore harinya harus mengejar jadwal pesawat untuk kembali ke Jakarta.

Interview dilakukan oleh tiga orang, satu dari psikolog, satu dari HRD, satu dari Senior Leader di bidang IT (karena bidang saya INF). Interview seputar CV, pengalaman saat kuliah, pengalaman organisasi, pengalaman kerja dan juga jawaban kita dari tes bidang tempo hari. Satu pertanyaan yang saya ingat betul dari psikolog adalah:

Ulil, di CV saya baca, kamu ini kan sudah bekerja di Astra sekarang, terus kamu kesini izin sama atasan mu kan, nah coba jelasin kamu izinnya gimana, apa kamu bilang sakit, acara keluarga atau apa?”

Saya jawab:

Gampang itu bu, kebetulan esok hari tanggal 16 Maret 2018 adalah hari ulang tahun ibu saya, dan adik saya yang kebetulan masih kuliah semester dua di Undip Semarang ingin memberi surprise langsung ke ibu saya. Nah ayah saya ga tega membiarkan adik saya pulang sendiri, jadinya saya disuruh ke Semarang untuk menjemput adik saya. Jadilah saya izin ke atasan saya untuk menjemput adik saya.”

Para interviewer tersenyum sambil bertepuk tangan. Ya memang itu benar adanya, tanggal 16 Maret esok harinya adalah hari ulang tahun ibu saya, dan sore harinya saya kembali ke Jakarta bersama dengan adik saya. Btw, atasan saya sudah mengetahui hal ini kok, saya kasitahu saat saya resign 😀 .

SABTU, 24 MARET 2018 (KABAR ITU TIBA)

Pagi hari sekitar pukul 6, saya sedang menyantap nasi goreng buatan ibu, e-mail pengumuman itu datang. Saya buka e-mail tersebut dengan jantung dag dig dug. Ketika file attachment pdf terunduh, saya langsung menuju halaman akhir, karena urutan nama berdasarkan abjad, dan nama saya berawalan abjad ‘U’.

Nama saya ‘ULIL ALBAB RABBANI’ tertulis disana, ya saya lolos seleksi Campus Hiring GPTP VII yang awalnya saya anggap hanya ‘iseng-iseng berhadiah’ semata.

E-mail pengumuman diikuti dengan e-mail undangan untuk mengikuti program GPTP VII yang akan dimulai pada Minggu, 1 April 2018.

SENIN, 26 MARET 2018 (RESIGN)

Saya mengajukan permohonan undur diri (resign) kepada supervisor dan manager saya di Astra per 30 Maret 2018. Memang berat menyampakainnya, mengingat saya tidak mengikuti aturan perusahaan yang mewajibkan one-month notice, namun saya saat itu hanya one-week notice bahkan kurang. Tetapi kantor saya saat itu tidak menghalangi niat saya untuk resign, bahkan walau tidak mengikuti prosedur, saya tetap mendapat paklaring (surat pengalaman kerja) dan pesangon yang ditransfer sebulan berikutnya. Thank you Astra untuk beberapa bulannya.

MINGGU, 1 APRIL 2018 (HARI PERTAMA)

Ini adalah hari pertama dari perjalanan saya di Telkom Indonesia. Para peserta yang lolos hingga tahap akhir baik dari jalur web gelombang 1,2 dan campus hiring dikumpulkan di Telkom Corporate University Center (Telkom Corpu), Gegerkalong Bandung untuk mengikuti rangkaian pembinaan dimulai dari pembinaan mental (BINTAL) bersama Pusdikhub Kodiklat TNI AD dan In-Class Training.

Demikian rangkaian kisah saya dalam mengikuti seleksi Campus Hiring GPTP VII Telkom Indonesia 2018, jika ada kesempatan akan saya lanjutkan pengalaman BINTAL, In-Class Training, OJT1 dan OJT2 nya.

 

KETERANGAN:

  • Syarat untuk lolos administrasi GPTP pada umumnya adalah TOEFL minimal 500, jadi skor TOEFL saya di atas jangan dijadikan patokan 😀 .
  • Tulisan ini tidak dapat menjadi acuan bagaimana tahapan seleksi GPTP periode selanjutnya. Tahapan tes GPTP dapat berbeda tergantung kebijakan dari HCBP Telkom Indonesia.
  • Saat saya mengikuti tes Campus Hiring GPTP VII, tidak ada sistem gugur, semua peserta yang lolos ke Assessment Days, berhak untuk mengikuti tes sampai interview panel.

4 thoughts on “Pengalaman Mengikuti Seleksi Great People Trainee Program (GPTP) VII Telkom Indonesia 2018

  1. Terima kasih kak Ulil atas sharingnya. Oiya kak mau nanya, untuk interview panelnya yg ditanyakan seputar apa saja ya kak yg lebih detailnya? Makasih sebelumnya

    1. Pokoknya seputar pengalaman kuliah, organisasi saat kuliah, dan pengalaman kerja jika ada, sama tergantung bidang mu juga, ditanyakan sesuai bidang yang dipilih. Kalau saya INF ditanya seputar bidang IT. Pertanyaan masing2 orang dapat berbeda tergantung interviewer mengarahkan kemana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *